Posted by Arie Mursandi on 30 June 2022
Dilihat 80 kali
Ketika kamu sedang sendirian di rumah pada malam hari, mungkin kamu akan merasa ketakutan dan mengira bahwa ada sesuatu yang sedang mengawasimu. Atau ketika kamu berada di ketinggian, kamu merasa takut untuk melihat ke bawah dan menganggap bisa-bisa badanmu akan jatuh. Pernah kah kamu bertanya kenapa kita bisa merasakan takut? Mungkin salah satu jawabannya adalah bisa jadi kita punya yang namanya fobia. Fobia ketinggian, fobia hewan tertentu atau fobia kegelapan. Tapi, sebenarnya fobia dan rasa takut itu adalah hal yang berbeda. Fobia merupakan gangguan kecemasan berlebih yang dialami oleh seseorang atas sesuatu dan terkadang bisa dialami dalam jangka waktu yang panjang.
Sementara, rasa takut adalah reaksi manusia saat menghadapi bahaya dan memiliki jangka waktu yang berangsur pendek. Rasa takut yang muncul bisa berasal dari mana saja. Rasa takut itu seperti alarm bagi kita untuk mengantisipasi hal yang berbahaya. Namun, bagaimana cara kerjanya? Ketika kita merasa terancam, otak akan menerima sinyal dan dikirimkan ke bagian amigdala. Lalu, amigdala akan melepaskan senyawa neurotransmitter yang bernama glutamat yaitu senyawa dibalik rasa takut kita. Bukan hanya itu, otak juga akan memberikan respons yang lain dan membuat tubuh melepaskan hormon adrenalin yang dapat membuat detak jantung jauh lebih meningkat dan indera kita jauh lebih sensitif.
Rasa takut juga dapat membuat tubuh mengeluarkan senyawa glukosa ke aliran darah yang membuat kita siap-siap lari jika ada sesuatu yang mengancam. Nah, sekarang kita sudah tahu, bahwa rasa takut berbeda dengan fobia. Rasa takut hanya berlangsung sementara ketika kita berhadapan dengan situasi yang menurut kita berbahaya, tapi setelah itu rasa takut akan hilang seketika. Jadi, bagaimana? Ketakutan apa yang sering kamu hadapi? Selamat! Sekarang, kamu sudah tahu satu hal baru hari ini.