Posted by KOBI on 21 July 2022
Dilihat 18 kali
Negara kita punya sejarah panjang untuk bisa lepas dari penjajahan. Dari mulai Portugis masuk ke Nusantara, terus Belanda datang dan menjajah kita, lalu Inggris, Belanda lagi, muncul Jepang, sampai akhirnya… kita merdeka. Meski sejarah tidak bisa diandaikan, tapi ayo coba kita pikirkan, apa jadinya jika kita, Indonesia tidak pernah dijajah?
Hmm, jika itu terjadi, kawasan Indonesia sekarang kemungkinan besar berisi kerajaan-kerajaan yang tersebar di seluruh Nusantara. Mungkin, nama Indonesia dan segala simbol-simbol negara kita — dari mulai bendera Merah Putih, bahasa Indonesia, mata uang rupiah, sampai Garuda Pancasila — tidak akan pernah ada. Lalu, bagaimana ceritanya?
Jadi, dari mulai ribuan tahun lalu, peradaban diperkirakan sudah muncul di Nusantara. Dannn sejak saat itu, mereka pun bikin kerajaan masing-masing. Seiring berjalan waktu, mereka akan saling serang dan saling menguasai sampai kerajaan-kerajaan pun silih berganti. Nah, jika Belanda tidak pernah datang untuk mulai menjajah, barangkali kerajaan-kerajaan yang pada waktu itu masih berdiri, akan terus ada sampai saat ini.
Ya, mungkin di zaman modern, kerajaan-kerajaan ini bakal jadi negara kayak Thailand, Jepang, dan juga Liechtenstein. Misalnya, kayak Kerajaan Mataram di Jawa, Kesultanan Gowa di Sulawesi, Kesultanan Siak Sri Inderapura di Sumatera, Kesultanan Sambas di Kalimantan, dan kerajaan-kerajaan lainnya di penjuru Nusantara. Artinya, akan ada banyak negara dengan segala corak bangsa yang berbeda dan itu semua bikin kita perlu nunjukin paspor kalau mau main ke pulau tetangga.
Engga cuma itu, jika Cornelis De Houtman waktu itu kesasar dan gagal nyampe di Pelabuhan Banten, mungkin Belanda dan negara-negara Eropa lainnya enggak bakal sekaya sekarang — dan di saat bersamaan, Nusantara barangkali akan lebih sejahtera.
Ya, nyatanya, perusahaan dagang Belanda waktu itu jadi raksasa perekonomian dunia — yang kalau dihitung pakai mata uang sekarang, nilainya jauh ngelebihin perusahaan-perusahaan keren zaman sekarang. Sungguh sangat kaya.
Meski begitu, sejarah kelam janganlah menjadi dendam. Memori bahwa kita pernah dipekerjakan paksa, diadu domba, dilarang berbicara, ditindas hak-haknya, sampai dibuat bodoh dan dibiarkan merana. Sejarah harus jadi pengingat bahwa kini, manusia Indonesia harus bangkit, bersatu, dan berjuang demi mewujudkan cita-cita menjadi bangsa yang cerdas, kuat, dan hebat!
Dan seperti biasa, stay curious ya! terima kasih.